Blog Rangkuman Koneksi Antar Materi

 Koneksi Antar Materi
Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai - Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin


TUJUAN PEMBELAJAN KHUSUS:

1. CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media.
2. CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.


Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera

Saya Fery Widyatama, S.Pd. CGP (Calon Guru Penggerak) Angkatan 11 Kabupaten Gresik dari UPT SMKN 1 Cerme Gresik. Pendidikan Guru Penggerak memberikan wawasan dan pengetahuan yang sangat luas, khususnya bagi saya pribadi. Hal ini tentunya berdampak positif bagi saya baik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Saya dapat menyimpulkan bahwa adanya keterkaitan antara modul-modul sebelumnya dengan modul 3.1 yaitu sebagai seorang pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil keputusan yang muaranya adalah keberpihakan kepada murid. Selain itu, pengambilan keputusan ini tentunya harus didasarkan pada filosofi Ki Hajar Dewantara yang menempatkan posisi dan peran guru sebagai pemimpin dalam proses pembelajaran. Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin merupakan pendekatan yang menempatkan integritas, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai dasar dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil. Seorang pemimpin, terutama dalam konteks pendidikan, tidak hanya bertanggung jawab atas hasil jangka pendek tetapi juga atas dampak jangka panjang yang dirasakan oleh semua pemangku kepentingan, khususnya siswa.

Dalam peran sebagai pemimpin pembelajaran, seorang guru dihadapkan pada berbagai dilema yang mengharuskan mereka membuat keputusan setiap hari. Setiap keputusan yang diambil, baik yang bersifat administratif maupun pedagogis, memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan siswa. Hal ini menuntut guru untuk selalu mempertimbangkan implikasi moral dan etika dari setiap tindakan, serta memastikan bahwa keputusan yang diambil selalu berpihak pada kepentingan murid.

Pengambilan keputusan yang mendukung pembelajaran berbasis karakter juga sangat penting untuk membentuk profil Pelajar Pancasila, dimana guru harus mampu menanamkan nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa hormat kepada siswa melalui pengambilan keputusan yang konsisten dan bijaksana.

Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan menjadi sangat relevan dalam konteks pendidikan, khususnya ketika dihubungkan dengan modul pembelajaran berdiferensiasi dan pengembangan kompetensi sosial serta emosional siswa. Hal ini sangat penting mengingat pendidikan dengan menekankan kepada memahami kebutuhan, minat dan gaya belajar setiap siswa  dapat memberikan pengalaman belajar yang relevan. Selain itu, Dengan mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi dan pengembangan kompetensi sosial serta emosional, guru dapat memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berpihak pada kepentingan siswa dan mendukung mereka dalam mencapai potensi penuh. Dengan cara ini, guru tidak hanya membentuk siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan sosial yang akan berguna bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun materi yang saya pahami selama mempelajari modul 3.1 ini adalah 4 paradigma, yaitu paradigma individu lawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, dan jangka pendek lawan jangka panjang. Selain itu, ada pula 3 prinsip, yaitu Berpikir berdasarkan tujuan akhir, berdasarkan aturan dan berdasarkan rasa peduli. Terakhir adalah 9 langkah pengambilan keputusan, yaitu mengenali adanya nilai-nilai yang bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, menguji benar atau salah (melalui uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan/idola), menguji paradigma benar atau salah, menggunakan prinsip pengambilan keputusan, menginvestigasi dilema tri-lema, membuat keputusan, dan meninjau kembali keputusan dan merefleksikannya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keputusan yang diambil oleh guru akan selalu mendukung tercapainya pembelajaran yang merdeka dan berpihak kepada siswa.





Terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.





Komentar

  1. MasyaAllah sangat menarik dan menginspirasi pak, materi sudah terkoneksi dengan runtut, jelas dan mudah di mengerti... Salam guru penggerak...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKSI NYATA MODUL 1