Ki Hadjar Dewantara (KHD), sebagai pelopor pendidikan di Indonesia, memiliki pemikiran yang sangat relevan dengan dinamika pendidikan saat ini. Pemikirannya mencakup nilai-nilai kemerdekaan, keunikan, dan keberagaman budaya, yang merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan. Dalam konteks pendidikan di Indonesia dan di sekolah saya, pemikiran KHD memiliki relevansi yang kuat. Ki Hadjar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan berarti menuntun tumbuh atau hidup segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Gagasan Ki Hadjar Dewantara, “ing ngarso sung tulodo” (pendidik memberikan teladan), “in madyo mangun karso” (pendidik selalu berada di tengah, terus memulai dan memotivasi), dan “tut wuri handayani” (pendidik selalu mendukung dan mendorong peserta didik untuk maju), tidak hanya merupakan slogan dan kata-kata indah semata. Sistem pendidikan yang masih membatasi perlu diperbaiki agar sejalan dengan dedikasi Ki Hadjar Dewantara dalam mengembangkan identitas budaya anak bangsa, sehingga menciptakan generasi cerdas dan berkarakter.
AKSI NYATA MODUL 1.2
NILAI-NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK
Memahami nilai-nilai dan peran Guru Penggerak sangat penting bagi setiap tenaga pendidik yang sedang mengikuti program pelatihan. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan oleh Calon Guru Penggerak (CGP) agar bisa menjadi pemimpin pembelajaran. Guru Penggerak merupakan pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara aktif dengan mengembangkan kompetensi tenga pendidik lainnya. Oleh karenanya, guna mencapai tujuan dalam memajukan pendidikan Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid, maka Guru Penggerak harus memiliki Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak.
Nilai-nilai yang dimiliki oleh Guru Penggerak meliputi Mandiri (Merancang skenario pembelajaran sesuai konsep merdeka belajar), Reflektif (Menghubungkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari dan terbuka dengan hal baru), Kolaboratif (Bekerja sama dengan rekan sejawat), Inovatif (Mencari ide baru dan efektif), serta Berpihak pada murid (Memprioritaskan kepentingan dan kebutuhan murid). Sementara Peranyang dimiliki oleh Guru Penggerak meliputi Menjadi Pemimpin Pembelajaran (Berinisiatif dalam mengelola dan membimbing proses pembelajaran), Menggerakan Komunitas Praktisi (MGMP, KKG, Pelatihan dan Lokakarya), Menjadi Coach bagi Guru Lain (Membimbing rekan guru dalam pengembangan profesional), Menjalin Kolaborasi Antar Guru (Sebagai fasilitator kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah), dan Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Ekstrakurikuler, Kokurikuler, dan Intrakurikuler).
AKSI NYATA MODUL 1.3
VISI GURU PENGGERAK
Visi Guru Penggerak merupakan pandangan atau tujuan jangka panjang yang dimiliki oleh seorang Guru Penggerak dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk dapat mewujudkan visi sekolah impian dan
melakukan proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma. Paradigma disebut Inkuiri Apresiatif (IA) yang dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi
positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang
memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti
positif ini merupakan potensi dan aset organisasi.
Di sekolah, pendekatan ini dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal
tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan
perubahan ke arah lebih baik. Dalam hal ini pendekatan Inkuiri Apresiatif dapat juga disebut BAGJA, dimana pendekatan ini memiliki beberapa tahapan, antara lain Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, dan Atur Eksekusi. Proses BAGJA haruslah dimulai dengan filosofi dan visi yang berpusat pada kepentingan murid. Dari sini kemudian diturunkan menjadi tujuan-tujuan rinci berupa prakarsa perubahan.
AKSI NYATA MODUL 1.4
DISEMINASI BUDAYA POSITIF
Dalam Pendidikan Guru Penggerak, diseminasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyebarluaskan suatu gagasan, temuan, hingga inovasi terkait kegiatan belajar mengejar melalui publikasi, presentasi, atau kegiatan lainnya. Mater yang dibahas dalam diseminasi modul 1.4 adalah teori kontrol, disiplin positif, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas dan segitiga restitusi. Adapun yang dimaksud budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.
Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai - Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin TUJUAN PEMBELAJAN KHUSUS: 1. CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media. 2. CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya. Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Saya Fery Widyatama, S.Pd. CGP (Calon Guru Penggerak) Angkatan 11 Kabupaten Gresik dari UPT SMKN 1 Cerme Gresik. Pendidikan Guru Penggerak memberikan wawasan dan pengetahuan yang sangat luas, khususnya bagi saya pribadi. Hal ini tentunya berdampak positif bagi saya baik di masa kini maupun di masa yang akan datang. Saya dapat menyimpulkan bahwa adanya keterkaitan antara modul-modul sebelumnya dengan modul ...
Komentar
Posting Komentar